Analisis Komparasi Tingkat Pendapatan Petani Bawang Merah Sebagai Anggota KUD Dengan Yang Bukan Anggota KUD Margo Makmur (SHERLY AREKA DEWI (NPM : 14322411).

Penelitian Mahasiswa Agribisnis

RINGKASAN

 

            SHERLY AREKA DEWI (NPM : 14322411). Analisis Komparasi Tingkat Pendapatan Petani Bawang Merah Sebagai Anggota KUD Dengan Yang Bukan Anggota KUD Margo Makmur (Studi Kasus : Desa Sukomoro Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk). Dibawah bimbingan Ir. Eko Yuliarsha Sidhi, MP. (DPU) dan Ir. Widi Artini, MP. (DPA).

            Bawang merah merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura unggulan di Desa Sukomoro Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Tingkat pendapatan petani usahatani bawang merah di Desa Sukomoro berbeda. Salah satu penyebab perbedaan ini adalah adanya perbedaan keanggotaan Koperasi Unit Desa (KUD). Untuk mengetahui perbedaan tingkat pendapatan petani usahatani bawang merah di Desa Sukomoro yang disebabkan oleh perbedaan keanggotaan KUD, maka penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efisiensi petani bawang merah anggota KUD Margo Makmur dan non anggota KUD di Desa Sukomoro, mengetahui perbedaan pendapatan petani bawang merah sebagai anggota KUD Margo Makmur dan non anggota KUD di Desa Sukomoro.

            Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Random Sampling. Total petani anggota KUD Margo Makmur dan non-anggota KUD adalah 30 petani yakni 15 petani anggota KUD Margo Makmur dan 15 petani non-anggota KUD. Data dikumpulkan berupa data primer diperoleh melalui peyebaran kuisioner dan wawancara secara langsung  kepada petani anggota KUD Margo Makmur dan non-anggota KUD. Data sekunder diperoleh dari data anggota, profil desa serta sumber-sumber yang terkait. Untuk mengetahui tingkat efisiensi petani bawang merah anggota KUD Margo Makmur dan non anggota KUD menggunakan analisis efisiensi usahatani R/C ratio, dan untuk mengetahui perbedaan pendapatan petani bawang merah sebagai anggota KUD Margo Makmur dan non anggota KUD menggunakan analisis komparasi (uji t independen)

Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan dan saran sebagai berikut :

Total biaya yang dipergunakan petani bawang merah anggota KUD adalah Rp 23.874.200 dan petani non-anggota KUD adalah Rp 24.608.300,- . biaya ini meliputi biaya bibit, biaya pupuk dan obat-obatan, biaya tenaga kerja, biaya alat, biaya sewa lahan, dan biaya lain-lain. Peneriman petani bawang merah anggota KUD sebesar Rp 29.475.000,- dan petani non-anggota KUD sebesar Rp 30.030.000,-. Pendapatan atau keuntungan petani bawang merah anggota KUD adalah Rp 5.600.800,- dengan R/C ratio sebesar 1,24 dan untuk petani non-anggota KUD adalah Rp 5.421.700,- dengan R/C ratio sebesar 1,21. Usahatani bawang merah menguntungkan. Tingkat keuntungan usahatani petani bawang merah anggota KUD maupun non-anggota KUD secara statistik nilai t hitung sebesar 0,889 < t-tabel α 5% (2,048) yang berarti usahatani petani bawang merah anggota KUD lebih menguntungkan daripada petani non-anggota KUD secara signifikan. Perbandingan pendapatan usahatani petani bawang merah anggota KUD dan non-anggota KUD di Desa Sukomoro Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk diperoleh nilai t-hitung sebesar 0,124 < t-tabel α 5% (2,048) yang berarti pendapatan usahatani petani bawang merah anggota KUD lebih besar daripada petani non-anggota KUD secara signifikan.

Petani hendaknya melakukan kegiatan pertanian disesuaikan dengan unsur iklim guna mendapatkan hasil produksi yang maksimal. Perlu diberikan penyuluhan bagi masyarakat untuk pengelolaan usahatani bawang merah khususnya petani non-anggota KUD. Dengan menjadi anggota KUD banyak  keuntungan yang bisa di dapat seperti biaya pupuk dan obat-obatan yang lebih murah, mendapatkan peminjaman modal dengan bunga yang rendah, bisa meminjam saprodi sesuai kebutuhan dan membayarnya ketika panen, mendapatkan SHU setiap tahun, dan menambah pengetahuan serta pengalaman yang didapat ketika bergabung menjadi anggota KUD.

ANALISIS BIAYA DAN KEUNTUNGAN PADA AGROINDUSTRI TEPUNG TAPIOKA (PUPUT RATNA D.)

Penelitian Mahasiswa Agribisnis

RINGKASAN

              Puput Ratna DarmaYanti. (14322424). 2018. Analisis Biaya dan Keuntungan pada Agroindustri Tepung Tapioka. Pada Agroindustri tepung tapioka di Dususn Oro-Oro Ombo, Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Dibawah bimbingan oleh Ir.Widi Artini .Mp (DPU) Dan Ir. Joko Rahardjo, Mp (DPA) Fakultas Pertanian Universitas Kadiri, Kota Kediri.
                  Agroindustri Tepung Tapioka di Dusun Oro-Oro Ombo, Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek dalam menjalankan usahanya tidak pernah menghitung besarnya biaya, keuntungan, dan menghitung apakah usaha yang dijalankannya telah melampui BEP atau belum. Oleh karena itu perlu dilakukananalisis lebih lanjut mengenai Total biaya yang dikeluarkan, keuntungan, dan titik impas atau BEP.
                  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total biaya variabel dan biaya tetap, untuk mengetahui besarnya keuntungan, danuntuk mengetahuiBEP Agroindustri Tepung tapiokadi Desa Pogalan. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan Kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih secarasengaja (purposive) yaitu Sentral Agroindustri Tepung Tapioka di Dusun Oro-Oro Ombo, Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Sedangkan penentuan sampel dipilih secara sensus dengan mengambil semua pengrajin tepung tapioka yang ada. Metode analisisdata yang digunakan adalah 1) perhitungan total biaya 2) perhitungan keuntungan 3) Break Even Point dalam unit dan Rupiah.
Hasil penelitian menunjukkan besarnya biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp. 3.058.428,-. Terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 69.185,- dan biaya variabel sebesar Rp 2.992.771,-. Keuntungan yang didapat oleh agroindustri adalah sebesar Rp. 229.180,-. Sedangkan nilai BEP produksi sebesar 471 Kg. Harga jual tepung tapioka menurut BEP agar tidak menderita kerugian adalah sebesar Rp 6.058,-.

Kata Kunci : Biaya, Keuntungan, BEP

Yudisium Fakultas Pertanian Periode II 2017/2018

Yudisium Fakultas Pertanian Periode II 2017/2018

Agenda

Berdasarkan Surat Keputusan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Kadiri No. SK.003/A.4/V/2018 Tentang Yudisium Fakultas Pertanian Universitas Kadiri Semester Gasal Tahun Akademik 2017/2018 menetapkan sebanyak 32  Calon Wisudawan-Wisudawati yang diikutkan Yudisium Fakultas Pertanian Universitas Kadiri pada tanggal 24 Juni 2018

dengan IPK Terbaik Dipegang Oleh Ajeng Swastika (3,92)

 

WISATA EDUKASI DI KAMPUNG COKLAT BLITAR

WISATA EDUKASI DI KAMPUNG COKLAT BLITAR

Agenda

Fakultas Pertanian Universitas Kadiri Mengadakan kegiatan wisata Edukasi di kampung Coklat yang bertempat di Jl. Banteng – Blorok No. 18, Desa Plosorejo, RT. 01 / 06, Kademangan, Plosorejo, Kademangan, Blitar, Jawa Timur, selain berwisata edukasi mereka juga melaksanakan sesi forum diskusi di Pulo coklat Kampung.

Praktikum Mekanisasi Pertanian

Praktikum Mekanisasi Pertanian

Agenda, Praktikum Mahasiswa

Teknologi pertanian sering dipahami sebagai penggunaan mesin-mesin pertanian lapang (mechanization) pada proses produksi pertanian, bahkan sering dipandang sebagai traktorisasi. Pemahaman seperti itu dapat dimaklumi karena introduksi teknologi di bidang pertanian ketika itu diawali dengan gerakan mekanisasi pertanian untuk memacu produksi pangan terutama dengan penerapan traktor seperti percobaan mekanisasi pertanian di Sekon Timor-Timur tahun 1946, pool-pool traktor pada tahun 1958, perusahaan bahan makanan dan pembukaan lahan tahun 1958, serta PN. Mekatani (Mekanisasi Pertanian) tahun 1962.

Mekanisasi pertanian dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja, meningkatkan produktifitas lahan, dan menurunkan ongkos produksi. Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, produktifitas, kualitas hasil, dan mengurangi beban kerja petani. Pengalaman dari negara-negara tetangga Asia menunjukkan bahwa perkembangan mekanisasi pertanian diawali dengan penataan lahan (konsolidasi lahan), keberhasilan dalam pengendalian air, masukan teknologi biologis, dan teknologi kimia. Penerapan teknologi mekanisasi pertanian yang gagal telah terjadi di Srilangka yang disebabkan kecerobohan akibat penerapan mesin-mesin impor secara langsung tanpa disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik pertaniannya. Berbeda halnya dengan Jepang yang melakukan modifikasi sesuai dengan kondisi lokal, kemudian baru memproduksi sendiri untuk digunakan oleh petani mereka.

Pada Fakultas Pertanian Universitas Kadiri Pada Semester Gasal Tahun Akademik 2017-2018 Mengadakan Kegiatan Praktikum Mekanisasi Pertanian Acara Ke III Tentang Pengolahan Lahan

 

YUDICIUM FAKULTAS PERTANIAN TAHUN AJARAN 2017-2018

YUDICIUM FAKULTAS PERTANIAN TAHUN AJARAN 2017-2018

Agenda

 

 

Sebagai salah satu fakultas yang akan meluluskan mahasiswanya pada periode ke 1 pada bulan Nopember ini, Fakultas Pertanian Universitas kadiri (FAPERTA) Universitas Kadiri pada hari Minggu tanggal 5 Nopember 2017 mengadakan acara yudisium bagi para calon wisudawan yang berasal dari dua program studi yakni Prodi Agribisnis dan Prodi Agroteknologi. Acara yang berlangsung di Aula Gendung B Universitas Kadiri ini terlaksana dengan lancar dan meriah.

Pada Yudisium kali ini Fakultas Pertanian Universitas Kadiri Meluluskan sebanyak 22 Mahasiswa diantaranya 8 Mahasiswa dari Prodi Agroteknologi dan 14 Mahasiswa dari Prodi Agribisnis serta lulusan berprestasi dengan predikat cumlaude dengan IPK tertinggi dipegang oleh Kiki Muqtasidah Khakim (3,88)

 

Rapat Persiapan Akreditasi Prodi Agroteknologi

Rapat Persiapan Akreditasi Prodi Agroteknologi

Agenda

Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Kadiri telah melaksanakan rapat koordinasi perdana penyusunan borang akreditasi pada hari Rabu tanggal 18 Oktober 2017. Rapat yang dipimpin oleh ketua tim penyusun Ir. Tjatur Prijo Rahardjo, MS tersebut dimulai pukul 13.00 dan selesai pada pukul 15.00 WIB .  Diharapkan dengan persiapan yang lebih lama kualitas borang akan semakin baik dan pada saat pelaksanaan visitasi dokumen-dokumen dan semua anggota tim akan lebih siap. Rapat koordinasi kemarin membahas tentang persiapan penyusunan borang dan pembagian kerja masing-masing anggota tim