RINGKASAN

Fatkhul Munir, (13312505) PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK KOTORAN SAPI PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAYAM CABUT (Amaranthus L). Bimbingan Ir. SUPANDJI, MP. (DPU) dan           Ir. SAPTORINI, MP. (DPA).

            Bayam merupakan tanaman semusim, berbentuk peredu atau semak yang banyak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. Tanaman bayam sebagai sayuran daun sudah lama dikenal masyarakat luas, karena pengaruhnya besar sekali dalam  kaitan dengan perbaikan ekonomi rumah tangga, khususnya penyediaan pangan bergizi dan juga sumber tambahan pendapatan (penghasilan) keluarga. Pusat penanaman bayam di Indonesia adalah Jawa Barat (4.273 hektar), Jawa Tengah (3.479 hektar), Jawa Timur (3.022 hektar).

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh dosis kompos kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman  bayam cabut (Amaranthus Sp.)

Hipotesis diduga pemberian kompos kotoran sapi  dengan dosis 2 kg / polibag pemberian dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman  bayam cabut (Amaranthus Sp.)

Percobaan dilakukan di greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Kadiri, Jl. Selomangleng No. 1 Kediri Jawa Timur – Indonesia. Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan  produksi tanaman bayam cabut.

Percobaan  ini dilakukan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 ulangan dan 5 perlakuan. perbandingan  K1 : 1 kg Kompos dan 3 kg tanah, K2 : 1,5 kg Kompos dan 2,5 kg tanah, K3 : 2 kg Kompos dan 2 kg tanah, K4 : 2,5 kg Kompos dan 1,5 kg tanah, K5 : 3 kg Kompos dan 1 kg tanah.

Dari hasil percobaan ini dapat disimpulkan  bahwa tidak terjadi pengaruh yang nyata terhadap semua variabel pertumbuhan tanaman yaitu tinggi tanaman, jumlah daun,dan luas daun,serta terhadap produksi tanaman bayam berat basah dan berat kering.