RINGKASAN

         AGUS PUJI LESTARI (13312544) Pemanfaatan Pupuk Organik Cair Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi (Brassica juncea L.) di bawah bimbingan Ir. MARYONO, MP (DPU)       dan Ir. PUTU NGURAH WIDJAJA, MP (DPA).

        Sawi merupakan komoditi sayuran yang memiliki nilai komersial dan prospek yang lumayan karena selain dari segi klimatologis, teknis, ekonomis, dan dari segi sosial juga sangat mendukung, sehingga memiliki kelayakan untuk di usahakan di Indonesia. Untuk memperoleh produksi sawi yang baik maka perlu tindakan kultur teknis yang sempurna. Tindakan kultur teknis mencakup pengolahan tanah yang intensif, penanaman yang baik dan pemeliharaan. Salah satu tindakan pemeliharaan adalah pemupukan. Pupuk yang diberikan tidak hanya pupuk kimia melainkan juga pupuk organik. Apalagi pada saat ini petani lebih banyak menggunkan teknologi organik. Pupuk organik cair merupakan salah satu yang banyak beredar di pasaran. Pupuk organik cair kebanyakan di aplikasikan melalui daun atau di sebut sebagai pupuk cair foliar yang mengandung hara makro dan mikro esensial (N, P, S, Ca, Mg, B, Mo, Cu, Fe, Mn dan bahan organik). Pupuk organik cair mempunyai beberapa manfaat diantaranya dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun dan pembentukan bintil akar pada tanaman leguminosa sehingga meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan menyerap nitrogen dari udara. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui konsentrasi Pupuk Organik Cair Nasa yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi pada tanaman Sawi (Brassica juncea L.) Desain penelitian yang digunakan Penelitian ini menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan satu Faktor (faktor tunggal), 6 perlakuan yaitu N0 (Kontrol), N1 (1ml/liter air), N2 (2 ml/liter air), N3 (3ml/liter air), N4 (4 ml/liter air) dan N5 (5 ml/liter air) 5 kali ulangan. Setiap ulangan pada masing – masing perlakuan terdiri dari 2 tanaman dan semua tanaman dijadikan sampel untuk pegamatan.

Dari penelitian ini diperoleh hasil analisa ragam pada umur 7 hst, 21 hst, dan saat panen yaitu hasil tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan  N2 (2 ml/liter air), yaitu 11,35 cm (7 hst),     28,192 cm (21 hst) dan 45,06 cm (saat panen), dan hasil terendah pada perlakuan N1 (1 ml/liter air) yaitu 10,066 cm (7 hst), perlakuan N5 (5 ml/liter air) 25,964 cm (21 hst) dan perlakuan N4 (4 ml/liter air) 41,64 cm (saat panen). Hasil Jumlah daun tertinggi yaitu pada perlakuan N2 (2 ml/liter air) dengan jumlah 4,80 helai (7 hst), 9,40 helai, dan 14,20 helai (saat panen), dan jumlah daun terendah pada perlakuan N5 (ml/liter air) yaitu 8,00 helai (7 hst), dan N1 (1 ml/liter air)  dan N5 (5 ml/liter air) yaitu 12,2 helai pada (saat panen). Hasil luas daun terluas pada perlakuan N5 (5 ml/liter air) yaitu 124,00 cm² dan terkecil pada perlakuan N1 (1 ml/liter air) yaitu 92,90 cm².Hasil berat basah pada saat panen dengan hasil tertinggi pada perlakuan N2 (2 ml/liter air) yaitu 183,2 gr dan hasil terendah saat panen pada perlakuan N0 ( Kontrol) yaitu 82,4 gr N1 (1 ml/liter air) yaitu 141,4 gr, N4 (4 ml/liter air) yaitu 129,6 gr,  N5 (5 ml/liter air) yaitu 130,0 gr tidak berbeda nyata.Hasil berat kering tertinggi pada perlakuan N5 (5 ml/liter air) yaitu 1,2 gr dan hasil berat kering terendah pada perlakuan N1 (1 ml/liter air)   yaitu 0,6 gr.

Hasil penelitian pengaruh pemberian konsentrasi Pupuk Organik Cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman Sawi (Brassica juncea L) disimpulkan bahwa, Perlakuan konsentrasi POC Nasa berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah dan berat kering tanaman.