RINGKASAN

Ruri Febriani (13322399), Analisis Komperatif Biaya dan Pendapatan Budidaya Tebu Sistem Tanam Baru dengan Sistem Kepras ( Studi Kasus di Ds. Tugurejo Kec. Ngasem Kab. Kediri ).

Biaya yang di keluarkan petani tebu sistem tanam baru dengan sistem kepras sama-sama relatif besar. Kenyataan nya petani tebu sistem tanam baru dengan sistem kepras mendapatkan areal tanamnya dengan harga sewa lahan yang cukup besar dan biaya produksi yang besar pula. Namun sejauh ini belum diketahui berapakah biaya dan pendapatan para petani tebu sistem tanam baru dengan sistem kepras.

Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui :

  • Untuk mengetahui perbandingan biaya antara hasil system bibit baru dengan system kepras.
  • Untuk mengetahui perbandingan pendapatan antara hasil sistem bibit baru dengan sistem kepras.

Penelitian ditentukan secara sensus di Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Sengaja di pilih karena masih banyak terdapat petani tebu. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengamatan (observasi) dan sensus. Dimana seluruh sampel di daerah penalitian sebagai narasumber di wawancarai karena dianggap orang tersebut tahu dan memahami tentang tanam tebu sistem tanam baru dengan sistem kepras. Banyaknya petani dari seluruh sampel yang di ambil adalah sebanyak 26 petani, 13 petani tebu sistem tanam baru dan 13 petani tebu sistem kepras. Dari seluruh petani tersebut di ambil sebagai sampel.

Kesimpulan dari hasil penelitian yang diperoleh adalah :

  1. Tebu Sistem Tanam baru
  2. Biaya yang harus dikeluarkan petani tebu sistem tanam baru sebesar Rp 54.833.791 per hektar.
  3. Produksi tebu yang dihasilkan sistem tanam baru sebesar 1341 Kw per hektar.
  4. Penerimaan dari hasil produksi tebu sistem tanam baru sebesarRp 63.379.121 per hektar.
  5. Pendapatan petani tebu sistem tanam baru sebesar Rp 8.545.330 per hektar.
  6. Tingkat efisiensi usahatani tebu sistem tanam baru 1,16.
  7. Tebu Sistem Kepras
  8. Biaya yang harus dikeluarkan petani kepras sebesar Rp 46.214.286 per hektar.
  9. Produksi tebu yang dihasilkan sistem kepras sebesar 1154 Kw per hektar.
  10. Penerimaan dari hasil produksi tebu sistem kepras sebesar Rp 56.815.862 per hektar.
  11. Pendapatan petani tebu sistem kepras sebesar Rp 10.601.576 per hektar.
  12. Tingkat efisiensi usahatani tebu sistem kepras sebesar 1,23