RINGKASAN


JUNI RIANDOKO (14322412). Studi Komparatif Pendapatan Petani
Nanas Sistem Mitra Tani dan Sistem Kerja Sama Usaha (KSU) di Lahan PTPN XII Kebun Ngrangkah Pawon Kediri (Studi Kasus di Desa Sepawon,Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri)
, dibawah bimbingan Ir. WidiArtini, MP (Dosen Pembimbing Utama) dan Ir. Hj. Wiewik Andajani, MM(Dosen Pembimbing Anggota).
Kerja sama pertanian nanas di PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon Kediri adalah suatu kerjasama antara dua belah pihak yaitu pihak perkebunan sebagai pihak pemilik lahan pertanian yang menyiapkan lahan pertanian untuk disewakan kepada petani sebagai pihak penyewa lahan perkebunan sekaligus pihak penggarap untuk ditanami komoditi yang sudah ditentukan aturannya oleh pihak perusahaan salah satunya adalah komoditi hortikultura tanaman nanas dengan konsep kerja sama pemanfaatkan lahan perkebunan untuk tujuan menambah pendapatan perusahaan maupun pendapatan petani disekitar perusahaan yang menyewa lahan.
Dengan pemanfaatan dua tipe lahan perkebunan oleh perusahaan kepada petani disekitar area perkebunan, perusahaan berharap pendapatan perusahan maupun petani mengalami peningkatan sesuai dengan hasil pertanian dalam kerja sama antara dua belah pihak yang dipilih oleh petani sesuai dengan nota kesepakatan perjanjian bersama,
v selain itu perusahaan juga berharap dengan pemanfaatan lahan ini, tanaman pokok perusahaan akan terjaga dan aman dari perusakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Penentuan daerah penelitian ditentukan secara porposiv di Desa Sepawon Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Dipilihnya daerah ini karena Desa tersebut terdapat perusahaan negara (BUMN) Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam bidang tanaman perkebunan yang dalam pengelolaannya ada kawasan lahan yang dijadikan tempat kerja sama antara pihak perusahaan yaitu PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon Kediri dengan petani disekitar wilayah Desa Sepawon dengan sistem Mitra Tani dan Sistem Kerja Sama Usaha (KSU).
Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan tingkat pendapatan bersih petani nanas rata – rata per hektar lahan tanam, serta menyimpulkan efisiensi usaha tani (R/C Rasio) dan Kelayakan Usaha tani (B/C Rasio ) untuk dapat dikembangkan usahanya kedepan. Dari hasil penelitian dan pembahasan tentang usaha tani nanas sistem mitra tani dan sistem kerja sama usaha (KSU) di lahan PT. Perkebunan Nusantara XII Kebun Ngrangkah Pawon Kediri, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a. Total biaya produksi yang dipergunakan oleh petani nanas sistem  mitra tani adalah Rp. 66.291.050,- lebih besar dari pada biaya total produksi nanas yang dipergunakan oleh petani nanas sistem kerja
vi sama usaha (KSU) yaitu Rp. 57.474.333,33,-. Biaya ini meliputi biaya sewa lahan, biaya alat –alat produksi nanas , biaya bibit, biaya pupuk, biaya obat – obatan dan biaya tenaga kerja.
b. Produksi nanas rata rata per hektar untuk sistem mitra tani adalah 94.917 nanas sedangkan sistem kerja sama usaha (KSU) 80.000 nanas.
c. Penerimaan rata – rata per hektar petani nanas sistem mitra usaha adalah sebesar Rp. 110.264.583,33,- lebih rendah dari penerimaan petani nanas sistem kerja sama usaha (KSU) adalah sebesar Rp. 119.486.476,19,-
d. Pendapatan bersih atau keuntungan dari usaha tani nanas rata – rata per hektar untuk sistem mitra tani adalah sebesar Rp. 43.973.533,33,- lebih rendah dari pada keuntungan yang diperoleh petani nanas sistem kerja sama usaha (KSU) adalah sebesar Rp. 62.012.142,86,-

e. Efisiensi usaha tani nanas atau R/C Rasio untuk sistem mitra tani
adalah sebesar 1,64 lebih kecil dari pada R/C Rasio sistem kerja sama usaha (KSU) sebesar 2,08.
f. Kelayakan usaha tani nanas atau B/C Rasio untuk sistem mitra tani adalah 0,64 lebih kecil dibanding B/C Rasio sistem kerja sama usaha (KSU) sebesar 1,08 menyimpulkan bahwa usaha tani nanas sistem kerja sama usaha (KSU) lebih layak diusahakan dan dikembangkan.