RINGKASAN

ADIT KURNIAWAN (NPM 13322378). Analisis Ekonomi tanaman cabai tumpangsari tomat dengan menggunakan mulsa di lahan kawasan hutan di desa Manggis kecamatan Puncu kab. Kediri, dibawah bimbingan Ir. Widi Artini ( DPU ) dan Ir. Djoko Rahardjo, Mp ( DPA )

            Komoditas sayuran memiliki nilai ekonomis cukup tinggi, dengan tingkat permintaan terhadap komoditas sayuran yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Komoditas sayuran merupakan produk yang memiliki potensi pasar yang terbuka lebar, permintaan terhadap komoditas ini diprediksi akan terus meningkat dari tahun ketahun, salahsatu penyebab peningkatan ini adalah pertambahan jumlah penduduk dengan laju berkisar 1,8% per tahun Sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi tersebut adalah tomat dan cabai karena kedua komoditas tersebut merupakan komoditas multiguna. Selain berfungsi sebagai bumbu masak dapat juga dimanfaatkan sebagai buah meja, bahan pewarna, bahan kosmetik, bahan baku industri hingga bahan dasar obat-obatan, sehingga permintaan terhadap komoditas tomat dan cabai sangat tinggi.

           Teknologi Tumpang sari tanaman cabai dan tomat di desa Manggis cara Pengolahan tanah dilakukan secara sempurna pertama pembajakan dengan tenaga hewan, kemudian penggemburan selanjutnya dibuat bedengan (gulutan) dengan ukuran lebar 1,2 meter, sedangkan panjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan, kemudian ditutup denganmulsaplastikhitamperakatauplastikmulsaperakmulsa yang di keluarkan rata-rata setiappetanisebanyak 100 kg padalahan 0,30 ha. Sebelum ditutup mulsa, bedengan di taburi dengan pupuk organik dengan dosis 1,995 kg untuk lahan 0,30 Ha.

            Teknologi tanam tumpangsari pada tanaman cabai dan tomat dengan menggunakan mulsa di lahan kawasan hutan mampu memberikan dampak positif yang cukup signifikan kepada petani, salah satunya adalah efisiensi dalam penggunaan input produksi seperti pupuk, obat-obatan, dan tenagakerja .Biaya rata-rata usaha tani yang di keluarkan petani tumpang sari cabai dan tomat pada lahan 0,30sebesarRp 30,282,325,

          Produksi usaha tani tumpangsari tanaman cabai dan tomat  rata-rata yang di terima petani padalahan 0,30 Ha pada tanaman cabai sebesar 1,826 kg dan pada tanaman tomat 3,796 kg. Total penerimaan rata-rata padalahan 0,30 Ha petani cabai tumpang sari tomat dengan menggunakan mulsa sebesar Rp 154,219,773.

           Pendapatan petani yang di terima rata-rata sebesar Rp 123,937,448. R/C rata-rata yang di peroleh petani padalahan 0,30 Ha sebesar 5,31 maka usaha tani tanaman cabai tumpang sari dengan tomat menggunakan mulsa layak untuk di lanjutkan dan menguntungkan.