RINGKASAN

              Puput Ratna DarmaYanti. (14322424). 2018. Analisis Biaya dan Keuntungan pada Agroindustri Tepung Tapioka. Pada Agroindustri tepung tapioka di Dususn Oro-Oro Ombo, Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Dibawah bimbingan oleh Ir.Widi Artini .Mp (DPU) Dan Ir. Joko Rahardjo, Mp (DPA) Fakultas Pertanian Universitas Kadiri, Kota Kediri.
                  Agroindustri Tepung Tapioka di Dusun Oro-Oro Ombo, Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek dalam menjalankan usahanya tidak pernah menghitung besarnya biaya, keuntungan, dan menghitung apakah usaha yang dijalankannya telah melampui BEP atau belum. Oleh karena itu perlu dilakukananalisis lebih lanjut mengenai Total biaya yang dikeluarkan, keuntungan, dan titik impas atau BEP.
                  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya total biaya variabel dan biaya tetap, untuk mengetahui besarnya keuntungan, danuntuk mengetahuiBEP Agroindustri Tepung tapiokadi Desa Pogalan. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan Kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih secarasengaja (purposive) yaitu Sentral Agroindustri Tepung Tapioka di Dusun Oro-Oro Ombo, Desa Pogalan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek. Sedangkan penentuan sampel dipilih secara sensus dengan mengambil semua pengrajin tepung tapioka yang ada. Metode analisisdata yang digunakan adalah 1) perhitungan total biaya 2) perhitungan keuntungan 3) Break Even Point dalam unit dan Rupiah.
Hasil penelitian menunjukkan besarnya biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi sebesar Rp. 3.058.428,-. Terdiri dari biaya tetap sebesar Rp 69.185,- dan biaya variabel sebesar Rp 2.992.771,-. Keuntungan yang didapat oleh agroindustri adalah sebesar Rp. 229.180,-. Sedangkan nilai BEP produksi sebesar 471 Kg. Harga jual tepung tapioka menurut BEP agar tidak menderita kerugian adalah sebesar Rp 6.058,-.

Kata Kunci : Biaya, Keuntungan, BEP